Top! 6 Tahun Investasi Rp 100 Juta di Saham BMRI Cuan Segini

Pencatatan perdana saham PT Hillcon Tbk di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (1/3/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Investasi saham masih sangat menarik, khususnya pada saham blue chip seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI. Seperti diketahui, saham BMRI telah resmi melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1 : 2. Lewat aksi korporasi ini, saham BMRI yang semula berada di Rp 10.525 di pecah menjadi Rp 5.250, pada perdagangan Senin (4/4/2023).

Aksi pemecahan nilai saham ini sendiri bukan yang pertama dilakukan BMRI. Hal ini pernah juga dilakukan BMRI pada 2017 dengan rasio yang sama yakni 1:2. Kala itu, tepatnya 13 September 2017 saham BMRI dipecah dari harga Rp 13.200 menjadi Rp 6.575.

Artinya, jika investor membeli saham BMRI saat stock split di 13 September 2017 sebanyak 152 lot (Rp 100 juta), maka investor sudah cuan sekitar 60% atau sekitar Rp 60 jutaan pada perdagangan kemarin.

Jumlah tersebut belum memperhitungkan total dividen BMRI selama 6 tahun terakhir.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, dalam 6 tahun total dividen yang dibagikan BMRI ke pemegang saham sebanyak Rp 1.903,81. Dengan rincian di 2017, BMRI membagikan dividen Rp 199,02/saham, 2018 Rp 241,21/saham, 2019, Rp 353,34/saham, 2020, Rp 220,27/saham, 2021, Rp 360,63/saham dan terakhir untuk kinerja tahun buku 2022, BMRI membagikan dividen Rp 529,34/saham.

Total, jika investor memiliki saham BMRI sebanyak 152 lot (15.200 lembar saham) atau sekitar Rp 100 juta, maka selama 6 tahun investasi di BMRI, investor meraih dividen hingga Rp 29 juta. Dengan demikian total keuntungan investor yang diraih dari capital gain dan dividen saham BMRI selama 6 tahun mencapai hampir Rp 90 juta.

Lalu bagaimana dengan stock split tahun ini?

Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-Kun Shin mengatakan, kesuksesan stock split BMRI di 2017 bisa saja terulang kembali, mengingat BMRI memiliki fundamental yang sangat kuat. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan kondisi perekonomian saat ini.

“Dengan alasan yang sederhana seperti fundamental yang tetap berada tren positif, sangat memungkinkan BMRI dapat mengulang history kesuksesan yang telah terjadi sebelumnya,” katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/4/2023).

Dia juga meyakini saham BMRI bisa kembali menuju level Rp 6.500- Rp 7.500.Potensi itu bisa tercapai karena menurutnya BMRI memiliki rasio keuangan yang sangat baik, dengan NIM lebih dari 5% dan laba bersih mencapai Rp 41 triliunan atau melejit sekitar 46% di 2022.

Di sisi lain, menurutnya price to book value (PBV) BMRI saat ini masih cukup murah jika dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya. Dengan begitu, potensi kenaikannya pun bisa mencapai kisaran 25% – 35%.

“Melihat history BMRI dari tahun ke tahun, saat ini BMRI berada pada puncak tertinggi nya di harga Rp 5.000 – 5.500 (setelah stock split), mungkin ada koreksi wajar dari market terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan uptrend kisaran Rp 6.500 – 7.500,” jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*