Pembatasan BBM Pertalite Sebelum Lebaran? Ini Kata Pertamina

Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di SPBU kawasan Jakarta, Rabu (1/3/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, memastikan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite belum akan diberlakukan sebelum Lebaran 2023. Meskipun, permintaan BBM pada periode tersebut diproyeksikan akan cukup tinggi.

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, hingga saat ini pihaknya akan tetap mengikuti ketentuan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk pendistribusian BBM Pertalite, yakni berupa pengaturan di lapangan. Mengingat, aturan untuk mengimplementasikan pembatasan BBM jenis Pertalite di lapangan belum dikeluarkan pemerintah.

Adapun aturan pembatasan BBM jenis Pertalite ini nantinya bakal tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk juga petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan.

“Kami mengikuti ketentuan dari BPH Migas yaitu pengaturan, justru kami mengimbau untuk kelancaran pemudik ada baiknya dalam start itu sudah melakukan pengisian full tank, tapi dengan Pertamax,” kata dia dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (10/4/2023).

Sementara itu, Mars mengaku untuk BBM jenis Solar pihaknya telah melakukan uji coba full cycle yakni penerapan program subsidi tepat secara menyeluruh. Artinya, untuk BBM Solar subsidi ini sudah 100% menggunakan scan QR Code. Konsumen yang diperkenankan untuk mengisi BBM Solar subsidi ini harus terlebih dahulu terdaftar di situs atau aplikasi MyPertamina. Bila tidak terdaftar, maka pembelian Solar subsidi dibatasi maksimal 20 liter per hari.

“Untuk Solar yang sudah terdaftar 6,1 juta kendaraan. Sehingga kita sudah bisa memonitor pola pergerakan. Untuk Pertalite, belum memang. Kebutuhan Pertalite ini kendaraanya jumlahnya 3 kali lipat dibanding Solar. Nanti kita akan bertahap ke Pertalite. Namun sampai Lebaran ini baru kita selesaikan yang Solar,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan revisi Perpres 191 tahun 2014 hingga kini masih berproses. Oleh sebab itu, dirinya belum dapat memastikan kapan aturan tersebut dapat diterbitkan.

Namun demikian, merespons proyeksi penjualan Pertalite yang akan melonjak saat periode Ramadan dan Idul Fitri 2023, pemerintah bakal memastikan kebutuhan BBM jenis Pertalite untuk masyarakat tercukupi.

“(Revisi Perpres) masih dalam proses. Stok Pertalite (jelang Ramadan dan Idul Fitri) akan kita cukupkan ya,” ujarnya singkat saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (21/2/2023).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*