Maaf Bos Sawit! Harga CPO Diramal Merosot Pekan Ini

Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

– Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau terkoreksi di sesi awal perdagangan awal pekan Senin (10/4/2023) di tengah penantian pelaku pasar terkait data persediaan minyak sawit Malaysia yang akan menentukan harga pekan ini.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau turun 0,5% ke posisi MYR 3.775 per ton pada pukul 10:08 WIB. Penurunan sejak akhir pekan lalu membawanya kembali ke level MYR 3.700 setelah sebelumnya sempat melesat ke level MYR 3.900 pada perdagangan 4 April.

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/4/2023) harga CPO ditutup terkoreksi 0,76% ke posisi MYR 3.794 per ton. Dengan ini, dalam sepekan penguatan CPO terpangkas menjadi 2,84%, namun masih mengalami koreksi dalam sebesar 7,33% secara tahunan.

Terkoreksinya CPO terjadi seiring dengan melemahnya minyak saingannya CPO yakni minyak nabati pada akhir pekan. Meskipun secara mingguan harganya mencatat kinerja cemerlang karena ekspektasi pengetatan pasokan. Dengan demikian, harga CPO telah naik untuk minggu kedua berturut-turut.

Dari harga minyak saiangannya, pekan lalu menutup harga dengan koreksi tipis. Kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 turun 1%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 1,3%. Chicago Board of Trade BOcv1 ditutup untuk hari libur umum.

Hari ini, Investor sedang menunggu data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) yang akan dirilis untuk menentukan arah harga lebih lanjut.

Sebuah survei Reuters menjelang data MPOB memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia jatuh ke level terendah delapan bulan sebesar 1,77 juta ton pada akhir Maret, karena ekspor melonjak menjelang bulan Ramadhan.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.

Harga CPO juga terpengaruh karena pasar mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut yang ditargetkan oleh OPEC+ dan penurunan persediaan minyak AS terhadap kekhawatiran tentang prospek ekonomi global.

Untuk diketahui, negara-negara penghasil minyak yakni OPEC+ yang memutuskan rencana memangkas produksi minyak mentah lebih lanjut sekitar 1,16 juta barel per hari. Minyak mentah yang tengah mendidih ini menjadikan kelapa sawit pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.

Menurut analis teknikal Wong Tao yang dikutip Reuters, pada perdagangan hari ini harga CPO dapat menguji support di MYR3.740 per ton, penembusan di bawahnya dapat membuka jalan menuju kisaran MYR 3.683-3.718 per ton.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*