Harga CPO Naik Tapi Masih Rawan Longsor Karena Kebijakan RI

Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau menguat di sesi awal perdagangan jelang akhir pekan Jumat (28/4/2023).

Penguatan memutus koreksi lima hari beruntun sejak sebelum libur cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau naik 0,41% ke posisi MYR 3.469 per ton pada pukul 09:00 WIB.

Kendati menguat, harga CPO sudah jatuh ke level 3.400-an setelah sebelumnya sempat menguat di level 3.900-an pada perdagangan awal April.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (27/4/2023) harga CPO ditutup longsor 3,22% ke posisi MYR 3.455 per ton.

Dalam sepekan harganya sudah jatuh 6,75%, secara bulanan harga CPO sudah jatuh 8.14%, dan masih mengalami koreksi tajam 17,23% secara tahunan.

Penguatan terjadi di di tengah sentimen negatif setelah Indonesia mengizinkan lebih banyak produknya memasuki pasar global.

Untuk diketahui, ada perubahan kebijakan dari Indonesia yang turut mengakibatkan pergerakan pasar.

Indonesia yang merupakan produser CPO terbesar di dunia akan menurunkan ambang batas wajib penjualan domestik untuk produsen minyak sawit menjadi 300.000 ton per bulan mulai Mei.

Kebijakan ini memungkinkan Indonesia untuk mengekspor lebih banyak.

Mulai bulan Mei, pemerintah akan memperketat rasio ekspor minyak sawit menjadi 4 kali volume yang telah dijual produsen di dalam negeri, dari enam kali volume saat ini.

Namun, Indonesia menurunkan rasio untuk beberapa produk minyak goreng.

Pemerintah Indonesia sedang mencoba untuk mendorong lebih banyak ekspor karena menurunkan penjualan domestik.

“Kekhawatiran atas lambatnya ekspor karena minyak kelapa sawit tetap tidak kompetitif terhadap minyak kedelai, dan antisipasi peningkatan produksi juga mengurangi sentimen” ungkap pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur dikutip dari Reutres.

Kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 turun 0,7%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 1,9%. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 1,5%.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.

Menurut analis teknikal Wong Tao yang dikutip Reuters, pada perdagangan hari ini harga CPO mungkin berada di kisaran MYR 3.407 per ton, meski diperkirakan akhirnya turun ke kisaran MYR 3.152-3.249 per ton.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*