Erick & DPR Rapat Tertutup Soal Depo BBM Plumpang, Ada Apa?

Pertamina

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Senin (20/03/2023). Rapat dilakukan secara terbuka, namun sebagian rapat kerja dilakukan secara tertutup.

Sebagian rapat yang dilakukan secara tertutup itu diklaim membahas rencana pembenahan depo Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Koja, Jakarta Utara yang sebelumnya terjadi insiden kebakaran pada Jumat (3/3/2023) malam lalu.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan rapat yang dilakukan secara tertutup itu dilakukan agar menjaga kerahasiaan pembenahan objek vital negara (OVN). Hal itu dilakukan agar rencana pembangunan OVN tidak bocor ke negara lain.

Erick klaim rencana pembenahan tersebut dibicarakan secara tertutup karena hal ini menyangkut perang dagang dengan negara lain.

“Tidak dirahasiakan (pembahasan Depo Plumpang). Karena itu proyek vital nasional, jangan sampai peta biru kita, negara lain lihat dan copy. Kan semua ini kan perang dagang,” ujar Erick usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (20/3/2023).

Namun yang pasti, Erick menyebutkan bahwa sebagai salah satu strategi penyelesaian masalah Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, pihaknya akan memperluas batas aman atau buffer zone demo yang memenuhi 15% BBM Nasional itu.

Adapun buffer zone akan dibuat dengan jarak sekitar 52,5 meter. “Nah ini buffer zone, yang memang kita harus melakukan secepatnya buffer zone ini. Ini pun hanya 52,5 meter untuk di buffer zone,” terang Erick dalam Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Komisi VI DPR, Senin (20/3/2023).

Menteri Erick menyebutkan, biasanya rata-rata buffer zone untuk kilang atau Depo BBM di dunia internasional mencapai sekitar 500 meter. Sebagai contoh juga, untuk proyek Objek Vital Nasional (OVN) lainnya seperti Pupuk berada di sekitar 800, 400 atau ada yang 250 meter.

“Itu saja tidak sesuai. Apalagi ini (Depo BBM Plumpang) yang sangat berhimpit. Oleh karena itu buffer zone yang diusulkan ada kanal air untuk mengurangi ada hal-hal yang tidak diinginkan, ini yang kita lakukan sementara,” tandas Erick.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*